TUGAS 1 NETWORK SECURITY


1.NEHALEM
Teknologi Nehalem merupakan teknologi yang dimiliki oleh processor Core i7, Corei5, dan Core i3. Intel baru menghadirkan 3 jenis prosesor Nehalem, yaitu prosesor Core i7 Extreme Edition i7-965 dengan kecepatan 3,2 GHz, prosesor Core i7 i7-940 yang berkecapatan 2,93GHz, dan prosesor i7 i7-920 dengan kecepatan 2,66GHz.
Nehalem disiapkan untuk pemakaiaan triple channel DDR3, dengan peak 32GB/s. Dibandingkan  dengan X48, hanya memiliki peak speed 25.6GB/s dengan dual channel
DDR3 dengan X48 sudah mencapai 1.600Mhz, Nehalem diperkirakan hanya mengunakan kecepatan DDR3 1.333Mhz. Nehalem perlu memperbaiki disain kecepatan memory agar mengejar X48. Maklum, kecepatan clock memory diatur langsung dari chip procesor.
Info lain adalah chip-set X58 si pendamping Nehalem procesor, katanya mampu mendukung 4 CrossfireX. Tetapi jangan berharap chip-set mampu menangani lebih dari 32 PCIe lanes, karena X58 hanya menyediakan dual 16 lanes x 2 atau 8 lanes x 4 . X58 nantinya datang bersamaan dengan keluarnya Southbridge ICH10 dengan kontrol langsung ke X58 dari DMI.
Ada rumor lain tentang teknologi Physics. Kemungkinan Nehalem procesor sudah tertanam teknologi Physics. Karena Intel baru saja memiliki teknologi Physic dari Havok.
Disain board untuk Nehalem dengan 3 Channel memory. Dengan 3 channel memory bagi procesor Nehalem juga akan sulit dibuat, karena 3 Channel membuat disain board lebih komplek. Industri harus mengunakan layer board lebih banyak seperti 6 atau 8 layer.
 ::: Intel® Core™ i7 Processor :::
 
Processor ini merupakan generasi penerus dari processor sebelumnya dengan tetap menggunakan nama Core , walaupun secara microarsitektur sudah berbeda dengan Core 2 dan Core. Sebelumnya kebanyakan orang menduga bahwa Intel akan memberikan nama processor terbarunya ini dengan nama Core 3, tetapi kenyataannya pada beberapa bulan yang lalu Intel secara resmi menamakannya Core i7 .
Processor ini juga bisa disebut atau mempunyai code name Nehalem . Nehalem adalah keluarga micro-arsitektur prosesor Intel generasi terbaru dan revolusioner yang dibuat dengan menggunakan proses transistor 45nm dan Hi-K metal-gate. Nehalem memiliki banyak fitur yang baru dan berbeda jika dibandingkan dengan keluarga prosesor berbasis Core micro-architecture (Core 2 Duo, Core 2 Quad).
 Fitur-fitur baru dari mikro-arsitektur ini :
Fitur-fitur baru dari prosesor berbasis Nehalem micro-architecture ini antara lain:
• 4 core (quad-core), 8-thread
• Simultaneous Multi-threading (Hyper-threading) Technology
• Cache memory tiga level (64KB L1 Cache, 256KB L2 Cache & 8MB Shared L3
Intel® Smart Cache)
• Integrated Memory Controller, yang mendukung hingga 3-channel DDR3
1066/1333MHz memory, 2-DIMM per channel
• Intel® Quick Path Interconnect technology
• Intel Turbo Boost Technology
• Intel Streaming SIMD Extensions (SSE) 4.2
Saat ini ada 3 model prosesor Intel Core i7 yang diluncurkan oleh Intel yaitu:
  

     2. RISC & CISC


Reduced Instruction Set Computing (RISC) 
 RISC, yang jika diterjemahkan berarti “Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan”, merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi-instruksi dan jenis eksekusi yang paling sederhana. Arsitektur ini digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor. Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960Itanium (IA64) dari Intel CorporationAlpha AXP dari DECR4x00 dari MIPS CorporationPowerPC dan Arsitektur POWER dari International Business Machine. Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk di antaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA-RISC dari Hewlett-Packard.

Complex Instruction Set Computing (CISC)
Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.
Misalkan, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus yang diberi nama MULT (dikenal sebagai complex instruction). Ketika dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai kemudian menyimpannya ke dalam 2 register yang berbeda, melakukan operan perkalian di dalam unit eksekusi dan hasilnya dikembalikan lagi ke register yang benar. Maka instruksinya cukup satu baris yaitu :
MULT 2:3, 5:2
 
 
3. BIT DAN BYTE CONVERSI
  • 1 byte = 8 bits
  • 1 kilobyte (K / Kb) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
  • 1 megabyte (M / MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
  • 1 gigabyte (G / GB) = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
  • 1 terabyte (T / TB) = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
  • 1 petabyte (P / PB) = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes

4. LAYER NETWORK
Layer Network menyediakan sarana fungsional dan prosedural dari sekuens panjang mentransfer data variabel dari sumber ke tujuan melalui satu atau lebih jaringan, dengan tetap menjaga kualitas layanan yang diminta oleh Layer Transport. Jaringan Lapisan jaringan melakukan fungsi routing, dan mungkin juga melakukan fragmentasi dan reassembly, dan kesalahan laporan pengiriman. Router beroperasi pada lapisan ini-mengirim data melalui jaringan diperpanjang dan membuat Internet mungkin. Ini adalah skema pengalamatan logis – nilai yang dipilih oleh para insinyur jaringan. Skema pengalamatan tidak hirarkis.
analisis yang teliti terhadap Lapisan Jaringan menunjukkan bahwa Lapisan Jaringan bisa memiliki minimal 3 sub-lapisan: 1.Subnetwork akses – yang menganggap protokol yang berhubungan dengan antarmuka jaringan, seperti X.25; 2.Subnetwork Dependent Convergence – jika diperlukan untuk membawa tingkat jaringan transit sampai ke tingkat jaringan di kedua sisinya; 3.Subnetwork Konvergensi Independen – yang menangani transfer di beberapa jaringan. Contoh terbaik kasus yang terakhir ini adalah CLNP, atau IPv7 ISO 8473. Ia mengatur transfer data connectionless satu hop pada satu waktu, dari ujung ke masuknya sistem router, router ke router, dan dari jalan keluar router ke sistem tujuan akhir. Hal ini tidak bertanggung jawab untuk pengiriman yang dapat diandalkan ke hop berikutnya, tapi hanya untuk mendeteksi paket errored sehingga mereka dapat dibuang. Dalam skema ini, IPv4 dan IPv6 harus diklasifikasikan dengan X.25 sebagai protokol akses Subnet karena mereka membawa alamat antarmuka bukan alamat node.
Sejumlah protokol lapisan manajemen, fungsi yang didefinisikan dalam Lampiran Manajemen, ISO 7498 / 4, milik Layer Network. Ini termasuk protokol routing, multicast manajemen kelompok, Jaringan informasi Layer dan kesalahan, dan Network Layer tugas alamat. Ini adalah fungsi dari payload yang membuat ini milik Lapisan Jaringan, bukan protokol yang membawa mereka.